MAGELANG – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban yang hilang akibat banjir lahar hujan di Kali Senowo. Petugas menemukan kedua jenazah tersebut dalam kondisi sudah tidak bernyawa di lokasi yang berbeda. Oleh karena itu, operasi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari kini resmi berakhir.
Penyisiran darat dan air menjadi kunci utama dalam menemukan posisi para korban. Selain itu, petugas juga menggunakan alat berat untuk membongkar tumpukan material pasir dan batu yang cukup tebal. Kondisi medan yang ekstrem sempat menghambat pergerakan tim evakuasi di lapangan.
Kronologi Penemuan dan Identifikasi Korban
Meskipun cuaca di sekitar Gunung Merapi tidak menentu, namun semangat tim relawan tetap tinggi. Tim menemukan korban pertama di bawah tumpukan kayu yang terseret arus banjir lahar. Jadi, identitas korban kini sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan awal oleh tim medis setempat.
Selanjutnya, petugas menemukan korban kedua beberapa kilometer dari titik awal hilangnya mereka. Pihak kepolisian langsung membawa kedua jenazah ke rumah sakit terdekat guna keperluan autopsi. Namun, keluarga korban sudah mengenali ciri-ciri fisik anggota keluarga mereka yang hilang.
[BACA JUGA:Pohon Beringin Tumbang, Warga Terluka
Imbauan Keamanan bagi Warga Sekitar Sungai
Oleh sebab itu, pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak beraktivitas di sekitar sungai saat hujan deras. Ancaman banjir lahar dingin masih sangat tinggi mengingat tumpukan material di puncak gunung masih melimpah. Sehingga, kewaspadaan dini menjadi faktor paling penting untuk menghindari jatuhnya korban jiwa baru.
Sebagai penutup, tim SAR memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang ikut membantu proses pencarian. Beliau berharap kejadian memilukan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat di lereng Merapi. Akhirnya, kedua jenazah kini telah kembali ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.









